SEMINAR NASIONAL “KAJIAN KRITIS ISU-ISDU STRATEGIS DALAM RANCANAGAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL”

SEMINAR NASIONAL “KAJIAN KRITIS ISU-ISDU STRATEGIS DALAM RANCANAGAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL” ( Dedi Sutisna )

Senin, 23 Juni 2025

SEMINAR NASIONAL “KAJIAN KRITIS ISU-ISDU STRATEGIS DALAM RANCANAGAN UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL”

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Kajian Kritis Isu-Isu Strategis dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional" pada hari Senin, 09 Juni 2025, di Auditorium FPEB. Seminar ini dihadiri oleh Wamen Dikdasmen, ketua Komisi 10 DPR RI, Rektor UPI dan para Wakul Rekror, para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan dosen dari berbagai fakultas dan civitas akademik. Seminar ini bertujuan untuk membahas secara kritis isu-isu strategis dalam rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem pendidikan di Indonesia. dalam uraiannya Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd.,M.A menerangkan bahwa ada beberapa isu-isu strategis terkait masalah pendidikan di Indonesia yaitu : 

1.      1. Belum meratanya penyelenggaraan pendidikan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Itu dikarenakan Kondisi geografis, sosial, dan budaya bangsa Indonesia yang sangat heterogen yang menimbulkan ragamnya kondisi warga Indonesia. Ada yang mudah mengakses pendidikan, sebaliknya sangat banyak yang mengalami kesulitan mengakses pendidikan disebabkan berbagai kendala yang dihadapinya.

2.      2. Kualitas lulusan pendidikan masih belum maksimal dari semua jenjang. Pembangunan sektor pendidikan telah diupayakan dari tahun ke tahun sebagai upaya peningkatan pendidikan. Namun masih saja kualitas pendidikan secara nasional belum dapat membanggakan. Itu di buktikan dengan rendahnya kesiapan lulusan dalam memasuki kelanjutan studi dan kehidupan di masyarakat. mereka tidak sepenuhnya memiliki kesiapan yang memadai, masih banyak lulusan yang merasa kesulitan dalam merebut peluang kerja, apalagi mengembangkan lapangan kerja sendiri.

3.     3. Kurang optimalnya kinerja lembaga pendidikan pada semua jenjang, walaupun manajemen pendidikan telah diupayakan dibenahi, baik infrastruktur maupun sistem, implementasi, dan evaluasinya. Namun masih sangat banyak lembaga pendidikan yang belum memiliki kemandirian dalam mengelola pendidikan secara produktif.

 Dengan adanya seminar ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya sistem pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Seminar ini juga menjadi wadah bagi para akademisi dan praktisi pendidikan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih baik.