Penelitian Etno-Pedagogi Nilai-nilai Pamali di Kampung Pulo Cangkuang Garut ( Eviana Hikamudin )
Kamis, 07 Agustus 2025
Pusat Kolaborasi Riset Etno_Pedagogi FIP UPI Teliti Revitalisasi Nilai-Nilai Pamali di Kampung Pulo Garut
GARUT - Tim peneliti Program Studi Pedagogik
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) telah
melaksanakan kegiatan penelitian lapangan etno-pedagogik di Kampung Pulo, Desa
Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut pada tanggal 8 Juli 2025.
Penelitian ini fokus mengkaji revitalisasi nilai-nilai Pamali dalam pendidikan
etika bagi anak berbasis budaya lokal Sunda.
Penelitian ini
dipimpin oleh Dr. Eviana Hikamudin, S.Pd, MM sebagai ketua tim, didampingi oleh
tim peneliti yang terdiri dari para akademisi berpengalaman yaitu Prof. Dr.
Achmad Hufad, M.Ed, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si, Dr. Nandang Budiman, M.Si,
Dr. Herlina, M.Pd, dan Dr. Budi Setiawan, M.Pd.
Tim peneliti melakukan penggalian informasi secara mendalam melalui wawancara dan diskusi dengan para tokoh adat serta masyarakat Kampung Pulo untuk memahami bagaimana nilai-nilai Pamali diwariskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mendidik anak-anak.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara umum nilai-nilai Pamali masih dipertahankan dengan
baik oleh masyarakat Kampung Pulo sebagai bagian integral dari sistem
pendidikan tradisional. Nilai-nilai ini berperan penting dalam membentuk
karakter dan etika anak-anak sejak dini melalui pembelajaran berbasis kearifan
lokal.
Namun, penelitian juga
mengidentifikasi dua tantangan utama dalam implementasi nilai-nilai Pamali
tersebut. Pertama, adanya pengaruh pergaulan anak-anak dari luar kampung yang
membawa nilai-nilai berbeda. Kedua, semakin kuatnya pengaruh media digital yang
mulai mengubah pola pikir dan perilaku anak-anak di Kampung Pulo.
"Penelitian ini
sangat penting untuk memahami bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan
dalam sistem pendidikan modern," ungkap Dr. Eviana Hikamudin selaku ketua
tim peneliti. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan
model pendidikan karakter yang berbasis budaya lokal.
Kampung Pulo, sebagai
salah satu kampung adat yang masih mempertahankan tradisi Sunda, menjadi
laboratorium hidup yang sangat berharga untuk memahami dinamika transmisi
nilai-nilai budaya lintas generasi. (EH)
English
Indonesia